jump to navigation

POST dan GET October 29, 2009

Posted by amigelz in codang coding.
add a comment

post dan get
Mungkin bagi sebagian orang hal ini adalah sesuatu yang sangat-sangat simple dan sederhana. Sengaja aku pengen mengulas masalah ini sekedar untuk mengingatkan diriku sendiri juga. Lets kita bahas bareng-bareng [CMIIW by your comment]

Apa sih POST itu?
Apa sih GET itu?

Dalam ilmu HTML, kedua kata tersebut digunakan sebagai value dari method suatu form ().

Perbedaan dari dua method tersbut yang paling mendasar adalah cara mengirim variabel saat kita menekan tombol submit.

Jika POST, maka value dan variabel dari elemen-elemen yang ada di form dikirimkan secara langsung ke page action dari form kita dengan tidak menampilkan value dan variabel dari elemen-elemen tersebut, hal ini tentunya data-data yang dikirimkan akan lebih aman, karena secara langsung data-data tersebut tidak tampak/tampil di halaman action, untuk mengambilnya kita perlu menggunakan scripting/server script [CMIIW].

Sedangkan GET, value dan variabel dari elemen-elemen di form akan dikirimkan semua melalui query string sehingga orang akan tahu, apa saja data-data yang dikirimkan secara langsung, hal ini yang bisa membuat web kita rentan oleh serangan. Dengan javascript pun kita dapat menangkap data-data yang dikirimkan [CMIIW].

Nah, sekarang kapan kita menggunakan POST dan kapan kita menggunakan GET?

Untuk data-data yang krusial dan sifatnya hanya sekali kirim, maksudnya kita hanya membutuhkan data-data tersebut hanya sekali setelah tombol submit diklik, maka lebih baik kita menggunakan form dengan metode POST, biasanya POST digunakan untuk form-form yang nantinya data-data yang dikirimkan akan langsung diinpur ke database.

Sedangkan jika inputan tersebut diperlukan untuk suatu variabel/value yang kita butuhkan terus menerus (pindah lebih dari 1 halaman) maka gunakan metode form GET, karena kita bisa mengontrol value dengan querystring, biasanya saya menggunakan method get saat searching, karena searching jika hasilnya lebih dari satu halaman, maka kita akan memerlukan data keywordnya secara berulang-ulang, jika kita menggunakan metode POST kita akan sulit mengontrol/memanage-nya, karena kita harus selalu menyediakan form dengan method POST agar data bisa kita kirimkan sesuai method sebelumnya, sedangkan dengan GET kita bisa mengontrolnya walaupun dengan tag karena kita tinggal mengambil value yang dari form GET tadi dan tinggal menambahkan ke urlnya tanpa harus ada form.

Mungkin itu sedikit pengalaman saya dengan 2 metode form tadi. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Arjuna October 29, 2009

Posted by amigelz in nguri-nguri kabudayan.
add a comment

arjuna

ARJUNA adalah putra Prabu Pandudewanata, raja negara Astinapura dengan Dewi Kunti/Dewi Prita  putri Prabu Basukunti, raja negara Mandura.
Arjuna merupakan anak ke-tiga dari lima bersaudara satu ayah, yang dikenal dengan nama Pandawa. Dua saudara satu ibu adalah Puntadewa dan Bima/Werkudara. Sedangkan dua saudara lain ibu, putra Pandu dengan Dewi Madrim adalah Nakula dan Sadewa.

Arjuna seorang satria yang gemar berkelana, bertapa dan berguru menuntut ilmu. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi Pandita di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning.

Arjuna dijadikan jago kadewatan membinasakan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Kaindran bergelar Prabu Karitin dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain ; Gendewa ( dari Bathara Indra ), Panah Ardadadali ( dari Bathara Kuwera ), Panah Cundamanik ( dari Bathara Narada ).

Arjuna juga memiliki pusaka-pusaka sakti lainnya, atara lain ; Keris Kiai Kalanadah, Panah Sangkali ( dari Resi Durna ), Panah Candranila, Panah Sirsha, Keris Kiai Sarotama, Keris Kiai Baruna, Keris Pulanggeni ( diberikan pada Abimanyu ), Terompet Dewanata, Cupu berisi minyak Jayengkaton ( pemberian Bagawan Wilawuk dari pertapaan Pringcendani ) dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. Sedangkan ajian yang dimiliki Arjuna antara lain: Panglimunan, Tunggengmaya, Sepiangin, Mayabumi, Pengasih dan Asmaragama.

Arjuna mempunyai 15 orang istri dan 14 orang anak. Adapun istri dan anak-anaknya adalah :

1. Dewi Sumbadra , berputra Raden Abimanyu.

2. Dewi Larasati , berputra Raden Sumitra dan Bratalaras.

3. Dewi Srikandi

4. Dewi Ulupi/Palupi , berputra Bambang Irawan

5. Dewi Jimambang , berputra Kumaladewa dan Kumalasakti

6. Dewi Ratri , berputra Bambang Wijanarka

7. Dewi Dresanala , berputra Raden Wisanggeni

8. Dewi Wilutama , berputra Bambang Wilugangga

9. Dewi Manuhara , berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati

10. Dewi Supraba , berputra Raden Prabakusuma

11. Dewi Antakawulan , berputra Bambang Antakadewa

12. Dewi Maeswara

13. Dewi Retno Kasimpar

14. Dewi Juwitaningrat , berputra Bambang Sumbada

15. Dewi Dyah Sarimaya.

Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu ; Kampuh/Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja negara Paranggelung).

Arjuna juga banyak memiliki nama dan nama julukan, antara lain ; Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Bathara Indra), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Danasmara ( perayu ulung ) dan Margana ( suka menolong ). Arjuna memiliki sifat perwatakan ; Cerdik pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah.

Arjuna memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Setelah perang Bhatarayuda, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Akhir riwayat Arjuna diceritakan, ia muksa ( mati sempurna ) bersama ke-empat saudaranya yang lain.