Tips Berhenti Merokok October 29, 2009
Posted by amigelz in iseng ga penting.add a comment
Kabarnya ada obat yang diformulasi untuk berhenti merokok, tapi malah memberi efek psikologis pingin bunuh diri ya? Ada ada saja.
Berhenti merokok. Siapa bilang urusan gampang. Walau aku dah berhenti merokok 9 tahun yang lalu, tapi nggak gampang berhasilnya. Lha gimana gampang, kalau dipilih makan atau rokok, orang akan pilih rokok. Bener nggak?.
Pernah juga aku rasakan, dalam perjalanan ke puncak Sumbing dan Merapi, bekal utama bukanlah makanan atau minuman, tapi rokok. (Lha iya, makan dan minum banyak yang bawa, tapi rokok, hanya yang merokok yang bawa). Ketika sampai di Puncak, minum dan makan bukanlah kenikmatan yang istimewa. Tapi sensasi dari asap rokok, wuihh, ketika masuk ke lorong alveoli ini……..
Tips 1.
Ganti rokok dengan permen. Tapi banyak yang gagal. Karena begitu keinginan merokok memuncak, nggak kuat godaan teman, kuecutnya mulut minta ampun. Ngrokok deh!. Padahal permen masih di mulut. Hemmm, ternyata uenaak sekali ngrokok sambil ngemut itu permen. Jadi kebiasaan buruk baru. Ngemut permen sambil merokok!
Tips 2.
Ngurangin jatah uang rokok. Yang dulu sehari 1 bungkus, jadi setengah saja. Yang dulu 2 bungkus, jadi 1 bungkus saja. Ini juga banyak gagalnya. Pas kebelet mau merokok, pas habis jatah rokok, pas ada teman merokok, jadinya bukan ngurangin jatah rokok, tapi malah ngurangin jatah rokok teman. He he!
Tips 3.
Maaf bukan promosi, aku pernah di demo saat ini ada produk negeri tetangga, yang mbajak “rasa sayange” kita menjadi rasa “sayang he” mereka, kalau rokok ditaruh di atas botol tuh produk jadi nggak enak rasanya. Kaya rokok dibuka bungkus lupa nggak ditutup. Aroma pas dihisap rusak. Ini juga gagal, emang rela rokok kita di taruh di situ biar rokoknya nggak enak?. Mending beli saja rokok yang nggak enak sekalian. Tul nggak?
Tips 4.
Dulu aku sempat berhenti lama, 3 tahunan. Berhenti karena pake sabun dari produk MLM TAKASHIMA. Sekarang nggak ada lagi. Jadi bukan promosi donk. Gak tahu pasti karena itu atau bukan, selang sekitar pemakaian seminggu rutin, setiap ngrokok, apapun bandrolnya, perut jadi mual minta ampun. Persis masuk angin. Pertama kirain masuk angin. Ternyata terus menerus. Yah sudah kapok ngrokok.
Tapi akhirnya, tuhan 9 senti meter itu, mengutip istilah Taufik Ismail kembali nangkring di bibir tebal ini. Lupa alasanya.
Akhirnya aku berhenti merokok total, karena anakku yang pertama, photo di avatar ku itu, lahir, sementara aku tinggal di petak kamar 5 x 4 m RMI, Rumah Mertua Indah. Aku merokok paling banyak malam hari pas lembur di depan komputer. Ya di ruangan itu.
Setiap merokok aku merenung, kamar segini, ada anakku yang masih bayi, padahal yang terbanyak kena efek adalah perokok pasif. Lama lama, aku putuskan untuk berhenti total. Sampai saat ini. Mudah mudahan sampai mati. Intinya, hanya alasan, kesadaran dan kemauan yang kuat yang bisa. Bukan yang lain. Yang lain hanya membantu.
Tapi ada tips yang sangat frontal. Mau berhenti merokok? Setiap mau merokok, nyalakan rokok di kedua ujungnya. Pasti berhasil. Silahkan mencoba.
POST dan GET October 29, 2009
Posted by amigelz in codang coding.add a comment

Mungkin bagi sebagian orang hal ini adalah sesuatu yang sangat-sangat simple dan sederhana. Sengaja aku pengen mengulas masalah ini sekedar untuk mengingatkan diriku sendiri juga. Lets kita bahas bareng-bareng [CMIIW by your comment]
Apa sih POST itu?
Apa sih GET itu?
Dalam ilmu HTML, kedua kata tersebut digunakan sebagai value dari method suatu form ().
Perbedaan dari dua method tersbut yang paling mendasar adalah cara mengirim variabel saat kita menekan tombol submit.
Jika POST, maka value dan variabel dari elemen-elemen yang ada di form dikirimkan secara langsung ke page action dari form kita dengan tidak menampilkan value dan variabel dari elemen-elemen tersebut, hal ini tentunya data-data yang dikirimkan akan lebih aman, karena secara langsung data-data tersebut tidak tampak/tampil di halaman action, untuk mengambilnya kita perlu menggunakan scripting/server script [CMIIW].
Sedangkan GET, value dan variabel dari elemen-elemen di form akan dikirimkan semua melalui query string sehingga orang akan tahu, apa saja data-data yang dikirimkan secara langsung, hal ini yang bisa membuat web kita rentan oleh serangan. Dengan javascript pun kita dapat menangkap data-data yang dikirimkan [CMIIW].
Nah, sekarang kapan kita menggunakan POST dan kapan kita menggunakan GET?
Untuk data-data yang krusial dan sifatnya hanya sekali kirim, maksudnya kita hanya membutuhkan data-data tersebut hanya sekali setelah tombol submit diklik, maka lebih baik kita menggunakan form dengan metode POST, biasanya POST digunakan untuk form-form yang nantinya data-data yang dikirimkan akan langsung diinpur ke database.
Sedangkan jika inputan tersebut diperlukan untuk suatu variabel/value yang kita butuhkan terus menerus (pindah lebih dari 1 halaman) maka gunakan metode form GET, karena kita bisa mengontrol value dengan querystring, biasanya saya menggunakan method get saat searching, karena searching jika hasilnya lebih dari satu halaman, maka kita akan memerlukan data keywordnya secara berulang-ulang, jika kita menggunakan metode POST kita akan sulit mengontrol/memanage-nya, karena kita harus selalu menyediakan form dengan method POST agar data bisa kita kirimkan sesuai method sebelumnya, sedangkan dengan GET kita bisa mengontrolnya walaupun dengan tag karena kita tinggal mengambil value yang dari form GET tadi dan tinggal menambahkan ke urlnya tanpa harus ada form.
Mungkin itu sedikit pengalaman saya dengan 2 metode form tadi. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Arjuna October 29, 2009
Posted by amigelz in nguri-nguri kabudayan.add a comment

ARJUNA adalah putra Prabu Pandudewanata, raja negara Astinapura dengan Dewi Kunti/Dewi Prita putri Prabu Basukunti, raja negara Mandura.
Arjuna merupakan anak ke-tiga dari lima bersaudara satu ayah, yang dikenal dengan nama Pandawa. Dua saudara satu ibu adalah Puntadewa dan Bima/Werkudara. Sedangkan dua saudara lain ibu, putra Pandu dengan Dewi Madrim adalah Nakula dan Sadewa.
Arjuna seorang satria yang gemar berkelana, bertapa dan berguru menuntut ilmu. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi Pandita di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning.
Arjuna dijadikan jago kadewatan membinasakan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Kaindran bergelar Prabu Karitin dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain ; Gendewa ( dari Bathara Indra ), Panah Ardadadali ( dari Bathara Kuwera ), Panah Cundamanik ( dari Bathara Narada ).
Arjuna juga memiliki pusaka-pusaka sakti lainnya, atara lain ; Keris Kiai Kalanadah, Panah Sangkali ( dari Resi Durna ), Panah Candranila, Panah Sirsha, Keris Kiai Sarotama, Keris Kiai Baruna, Keris Pulanggeni ( diberikan pada Abimanyu ), Terompet Dewanata, Cupu berisi minyak Jayengkaton ( pemberian Bagawan Wilawuk dari pertapaan Pringcendani ) dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. Sedangkan ajian yang dimiliki Arjuna antara lain: Panglimunan, Tunggengmaya, Sepiangin, Mayabumi, Pengasih dan Asmaragama.
Arjuna mempunyai 15 orang istri dan 14 orang anak. Adapun istri dan anak-anaknya adalah :
1. Dewi Sumbadra , berputra Raden Abimanyu.
2. Dewi Larasati , berputra Raden Sumitra dan Bratalaras.
3. Dewi Srikandi
4. Dewi Ulupi/Palupi , berputra Bambang Irawan
5. Dewi Jimambang , berputra Kumaladewa dan Kumalasakti
6. Dewi Ratri , berputra Bambang Wijanarka
7. Dewi Dresanala , berputra Raden Wisanggeni
8. Dewi Wilutama , berputra Bambang Wilugangga
9. Dewi Manuhara , berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati
10. Dewi Supraba , berputra Raden Prabakusuma
11. Dewi Antakawulan , berputra Bambang Antakadewa
12. Dewi Maeswara
13. Dewi Retno Kasimpar
14. Dewi Juwitaningrat , berputra Bambang Sumbada
15. Dewi Dyah Sarimaya.
Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu ; Kampuh/Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja negara Paranggelung).
Arjuna juga banyak memiliki nama dan nama julukan, antara lain ; Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Bathara Indra), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Danasmara ( perayu ulung ) dan Margana ( suka menolong ). Arjuna memiliki sifat perwatakan ; Cerdik pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah.
Arjuna memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Setelah perang Bhatarayuda, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Akhir riwayat Arjuna diceritakan, ia muksa ( mati sempurna ) bersama ke-empat saudaranya yang lain.
Hello world! October 29, 2009
Posted by amigelz in Uncategorized.1 comment so far
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!